Back to Articles

Pendidikan

Kenapa Multitasking Merusak Fokus dan Menurunkan Produktivitas?

Ahmad Faiq - Penulis · Dipublikasikan 28 Februari 2026 · Diperbarui 3 April 2026
Kenapa Multitasking Merusak Fokus dan Menurunkan Produktivitas?
Gambar: Diambil dari Pinterest

Di era digital, multitasking sering dianggap sebagai tanda kecerdasan dan efisiensi.

Membalas chat sambil membuka email, mendengarkan podcast sambil mengerjakan tugas, atau berpindah tab setiap beberapa menit terasa seperti cara modern untuk bekerja.

Namun sains menunjukkan sesuatu yang berbeda.

Multitasking bukan kemampuan super.

Itu adalah ilusi produktivitas.


Apa Itu Multitasking Sebenarnya?

Secara ilmiah, otak manusia tidak dirancang untuk melakukan dua tugas kognitif berat secara bersamaan.

Yang terjadi sebenarnya adalah task switching — perpindahan cepat antar tugas.

Setiap kali kamu berpindah dari satu tugas ke tugas lain, otak membutuhkan waktu untuk:

  • Mengalihkan perhatian
  • Mengingat konteks
  • Mengaktifkan kembali jalur kognitif
  • Proses ini menghabiskan energi mental yang besar.


    Ilusi Produktivitas

    Multitasking membuat kita merasa sibuk.

    Namun merasa sibuk tidak sama dengan produktif.

    Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa multitasking dapat menurunkan produktivitas hingga 40%.

    Artinya, semakin sering kita berpindah tugas, semakin besar penurunan performa kita.


    Dampak Multitasking pada Otak

    1️⃣ Penurunan Fokus

    Setiap distraksi kecil memaksa otak melakukan reset.

    Studi dari University of California, Irvine menunjukkan bahwa dibutuhkan rata-rata 23 menit untuk kembali fokus sepenuhnya setelah terdistraksi.

    Bayangkan jika kamu terdistraksi 10 kali sehari.


    2️⃣ Peningkatan Stres

    Paparan notifikasi yang terus-menerus meningkatkan kadar kortisol.

    Kortisol yang tinggi dalam jangka panjang berkaitan dengan:

  • Gangguan tidur
  • Penurunan daya ingat
  • Kelelahan mental

  • 3️⃣ Penurunan Kualitas Hasil

    Saat kita multitasking:

  • Lebih banyak kesalahan terjadi
  • Pemikiran menjadi dangkal
  • Kreativitas menurun
  • Deep thinking membutuhkan ruang dan waktu.


    Kenapa Otak Kita Mudah Terdistraksi?

    Otak manusia menyukai dopamin.

    Setiap notifikasi, pesan baru, atau update media sosial memberi dorongan dopamin kecil.

    Akibatnya:

    Kita menjadi kecanduan gangguan kecil.

    Multitasking bukan karena kita hebat.

    Sering kali karena kita tidak tahan terhadap kebosanan.


    Multitasking vs Deep Work

    Multitasking:

  • Fokus terpecah
  • Energi cepat habis
  • Hasil dangkal
  • Deep work:

  • Fokus mendalam
  • Energi terarah
  • Hasil berkualitas tinggi
  • Jika kamu sudah membaca artikel tentang deep work, kamu tahu bahwa kemampuan fokus intens adalah keunggulan kompetitif.

    Multitasking adalah kebalikannya.


    Tanda-Tanda Kamu Terjebak Multitasking

  • Membuka lebih dari 5 tab tanpa tujuan jelas
  • Mengecek HP setiap 5–10 menit
  • Sulit menyelesaikan satu tugas sampai selesai
  • Merasa lelah padahal tidak menghasilkan banyak
  • Jika ini terasa familiar, kemungkinan besar kamu sedang mengalami attention fragmentation.


    Cara Menghentikan Kebiasaan Multitasking

    1️⃣ Gunakan Sistem Blok Waktu

    Kerjakan satu tugas dalam blok 60–90 menit.


    2️⃣ Matikan Notifikasi Tidak Penting

    Kurangi stimulus dopamin.


    3️⃣ Selesaikan Satu Tugas Sebelum Beralih

    Latih otak untuk menuntaskan.


    4️⃣ Gunakan Aplikasi Pendukung

    Aplikasi seperti Island membantu menjaga sesi kerja tetap fokus dan minim gangguan.


    Multitasking dan Burnout

    Menariknya, multitasking sering menjadi penyebab burnout.

    Karena:

  • Otak terus bekerja tanpa henti
  • Tidak ada fase fokus yang utuh
  • Energi mental terkuras oleh perpindahan
  • Burnout bukan karena kerja terlalu lama.

    Sering kali karena kerja terlalu terpecah.


    Kesimpulan

    Multitasking terlihat modern.

    Namun secara neurologis, ia merusak fokus, meningkatkan stres, dan menurunkan kualitas hasil.

    Jika kamu ingin meningkatkan produktivitas, bukan dengan melakukan lebih banyak hal sekaligus.

    Tetapi dengan melakukan satu hal secara mendalam.

    Fokus adalah kekuatan.

    Dan multitasking adalah kebalikannya.

    Find your focus with Island

    Try our free pomodoro timer and start building sustainable productivity habits today.

    Start Focus SessionExplore Tools